Web GIS Rawan Banjir
Sistem Informasi Geografis Wilayah Rawan Banjir
Latar Belakang
Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di kota-kota besar Indonesia, khususnya Jakarta. Setiap tahun, ribuan warga terdampak banjir yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti curah hujan tinggi, sistem drainase yang kurang memadai, dan penurunan permukaan tanah.
Kurangnya informasi yang mudah diakses tentang lokasi-lokasi rawan banjir membuat masyarakat kesulitan dalam mengantisipasi dan mempersiapkan diri menghadapi potensi banjir. Informasi yang tersebar dan tidak terstruktur juga menyulitkan koordinasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dalam penanganan bencana.
Tujuan Aplikasi
Web GIS Rawan Banjir dikembangkan dengan tujuan untuk menyediakan platform informasi geografis yang mudah diakses oleh semua pihak. Aplikasi ini bertujuan untuk:
- Pemetaan titik rawan banjir - Menyediakan visualisasi lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami banjir dengan tingkat risiko yang berbeda.
- Membantu pemantauan risiko - Memudahkan warga, relawan, dan pemerintah dalam memantau kondisi wilayah rawan banjir secara real-time.
- Mendukung partisipasi masyarakat - Memberikan kesempatan kepada warga untuk berkontribusi dengan menambahkan informasi lokasi rawan banjir baru.
- Mempercepat respons bencana - Membantu koordinasi penanganan bencana dengan menyediakan data lokasi yang akurat dan terstruktur.
Contoh Penggunaan
Pemantauan oleh Warga
Warga dapat mengakses informasi lokasi rawan banjir di sekitar tempat tinggal mereka dan melaporkan kejadian banjir baru untuk membantu komunitas.
Koordinasi Pemerintah
Instansi pemerintah seperti BPBD dapat menggunakan data untuk perencanaan mitigasi bencana, alokasi sumber daya, dan prioritisasi penanganan.
Dukungan Relawan
Tim relawan dan organisasi kemanusiaan dapat mengidentifikasi area prioritas untuk distribusi bantuan dan evakuasi saat terjadi bencana.
Fitur Utama
Teknologi yang Digunakan
| Teknologi | Keterangan |
|---|---|
| Next.js 14 | Framework React modern dengan App Router untuk routing dan rendering |
| React + TypeScript | Library UI dengan type safety untuk pengembangan yang lebih aman |
| Tailwind CSS | Utility-first CSS framework untuk styling yang cepat dan konsisten |
| Google Maps JavaScript API | Layanan peta interaktif dengan fitur marker, InfoWindow, dan Heatmap |
| @react-google-maps/api | Library React wrapper untuk integrasi Google Maps yang mudah |
| localStorage | Web Storage API untuk penyimpanan data lokal di browser |
Cara Penggunaan
- Melihat peta - Peta akan menampilkan semua lokasi rawan banjir dengan marker berwarna sesuai tingkat risiko (kuning = rendah, oranye = sedang, merah = tinggi).
- Menggunakan filter - Gunakan filter tingkat risiko atau filter tahun untuk mempersempit tampilan data sesuai kebutuhan.
- Mencari lokasi - Ketik nama lokasi di kotak pencarian untuk menemukan titik tertentu dengan cepat.
- Melihat detail - Klik marker pada peta atau item pada daftar untuk melihat informasi detail lokasi.
- Menambah lokasi baru - Klik tombol "Tambah Lokasi Baru" atau klik langsung pada peta untuk mengisi koordinat secara otomatis.
- Menggunakan heatmap - Aktifkan toggle "Heatmap" untuk melihat visualisasi kepadatan titik rawan banjir.
- Lokasi pengguna - Klik tombol "Lokasi Saya" untuk melihat posisi Anda saat ini pada peta.
Catatan Penting
Aplikasi ini dikembangkan untuk tujuan edukasi dan demonstrasi konsep Web GIS sebagai proyek pembelajaran. Data yang ditampilkan bersifat ilustratif dan tidak dapat dijadikan acuan resmi untuk pengambilan keputusan terkait bencana banjir. Untuk informasi resmi dan terkini tentang bencana banjir, silakan hubungi instansi terkait seperti BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) atau BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).